Selasa, 30 September 2014

1. Orang yang Baca Al-Quran dengan Yang Tidak Baca Berbeda.

Salah satu nash hadits secara tegas membandingkan orang yang membaca Al-Quran dengan yang tidak membaca Al-Quran. 

Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit." (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadits ini jelas sekali bahwa sekedar membaca Al-Quran atau tidak membacasudah membedakan kedudukan seseorang. Berarti ada nilai tersendiri untuk sekedar membaca Al-Quran.

2. Bersama Malaikat

Hadits ini juga sangat eksplisit menyebutkan tentang orang yang membaca Al-Quran, yaitu dijanjikan Allah akan di tempat bersama dengan para malaikat.

Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran." (HR Bukhari Muslim)

Semakin tegas lagi ketika lafadz hadits ini menyebutkan kasus orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata yang tetap saja akan diberikan pahala. Jelas menunjukkan tentang pentingnya membaca Al-Quran.

3. Bacaan Quran adalah Syafaat

Selain itu juga kita temukan adanya dalil yang menyebutkan tentang salah satu fungsi bacaan Quran sebagai syafaat yang akan menolong kita di hari akhir nanti.
Dari Abu Umamah Al-Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda, "Bacalah Al-Qur`an!, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (HR Muslim)

4. Diberi Pahala per Huruf

Dan semakin tegas lagi pentingnya membaca Al-Quran ketika Rasulullah SAW bersabda:
Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata bahwaRasulullahSAW, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." (HR At Tirmidzi dan berkata, "Hadits hasan shahih).

Betul-betul disebutkan bahwa membaca Al-Quran itu berpahala dan pahalanya dihitung perhuruf, di mana setiap huruf akan dikalikan sepuluh kebajikan.

Semua dalil ini menunjukkan bahwa sekedar membaca Al-Quran tanpa memaham arti, juga sudah mendatangkan pahala. Namun kalau kita bandingkan dengan dalil-dalil yang lain, tentu pahalanya akan menjadi lebih berkah, lebih banyak dan lebih besar, manakala kita pun juga mengerti dan paham makna bacaan yang kita baca.
Anak balita mempunyai pikiran yang jernih dan pemahaman yang masih fitrah, maka ajarkanlah mereka aqidah dan manhaj yang benar. Didik mereka dengan membiasakan mereka menghafal, terutama menghafal al qur'an.Berikut adalah sebuah tips yang disampaikan oleh Syeikh kita Abu Hudzaifah semoga Allah menjaganya mengajarkan kepada anak-anak didiknya secara tidak langsung, dan cara ini terbukti karena beginilah ulama-ulama salaf mendidik anak-anak mereka.

1. Metode Menghafal

Menghafal pada anak-anak bagaikan batu yang terukir, apabila tulisan telah terukir pada sebuah batu, maka akan susah untuk menghapusnya. Caranya dengan membacakan kepada anak dalam satu hari 1 ayat al qur'an dan suruh anak-anak untuk menglangnya. Teruskan sampai 20x kali baca dan anak menirukan, sebagai contoh: anda membaca surat An-nas ayat pertama "qul a'udu birabbinas" dan anak menirukan apa yang bapak dan ibu bacakan. Diusakan 20x atau 50x.

2. Cara Murajaah / Mengulang Hafalan

Cara mura ja'ah setelah anak sudah hafal satu atau beberapa ayat yang di hafalkan adalah dengan menyuruh anak-anak menyetorkan pada bapa/ibu atau tante /paman dan ini dilakukan setiap habis menghafal dan setiap sore, terus sampai seterusnya. Dan yang istiqamah setiap hari dan berikan hari libur padanya 1 hari misal hari jum'at.

3. Cara Murajaah Hafalan yang Banyak

Ketika anak hafal satu surat, maka dia harus murajaah/mengulang hafalan yang baru di hafal dan satu surat yang telah di hafal. Bagaimana kalo 5 surat jangan paksa anak-anak untuk murajaah yang banyak kalo belum terbiasa. Usahakan murajaah hafalan yang baru dan 3 surat atau 2 surat sehari. Bagaimana kalo hafalan anak sudah 1 juz? disuahakan suruh anak murajaah hafalan yang baru dan 1/4 juz 1 hari. Bagaimana kalo hafalan anak 3 juz? Biasakan anak murajaah setiap hari 1 juz dan hafalan yang baru.

Itulah beberapa tips agar anak hafal Al-Qur'an, selain tips di atas, dianjurkan agar orang tua merangsang minat anak dalam membaca Al-Qur'an. 
Mengapa Harus Belajar Alqur’an ?Para Pembaca yang dirahmati Allah SWT,Apakah anda termasuk yang bertanya, mengapa saya harus belajar Alqur’an ? Untuk mencari jawaban atas pertanyaan ini, marilah sejenak kita merenung. Dengan merenung, tanyakan pada lubuk hati yang paling dalam, mengapa aku harus belajar Alqur’an ? Tulisan berikut ini, mungkin dapat mengantarkan anda untuk mendapatkan jawabannya.Saudaraku,Bukankah kita telah memilih Diin Al-Islam (baca: agama Islam) sebagai perahu untuk memasuki Surga kelak ? Iya… ! Karena, berharap Surga tanpa Diin Al-Islam bagaikan fatamorgana. Apabila ada jin dan manusia yang mengklaim bisa memasuki Surga tanpa perahu Diin Al-Islam, itu hanyalah klaim sepihak dari makhluk itu sendiri dan ia melupakan klaim/lisensi dari Allah SWT Sang Pencipta dan Pemilik Surga ! Memangnya ada lisensi itu ? Ada.. ! Yu’ kita tengok bareng lisensi itu !“Barangsiapa mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (Q.S. Ali Imron : 85).Saudaraku….Diin Islam yang kita yakini sebagai satu-satunya jalan surga itu, tidak laku dalam pandangan Allah SWT tanpa adanya iman. Anda masih ingat rukun iman ? Ya… ada 6 rukun iman. Salah satunya adalah beriman terhadap kitab Allah. Karena kita Muslim, kita juga harus beriman kepada Alqur’an.Saudaraku….Iman itu harus ada bukti berupa perbuatan. Bagaimana realisasi keimanan kepada Alqur’an itu ? Mari kita simak salah satu firman Allah SWT yang mengajarkan kepada kita tentang cara merealisasikan keimanan kepada Alqur’an !“Orang-orang yang telah kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang beriman kepada kitab itu dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi” (Q.S. Albaqarah : 121).Firman mulia tersebut menyebutkan syarat keimanan kepada kitab yaitu ‘membacanya dengan bacaan yang sebenarnya’.Diantara kandungan pesan ‘membacanya dengan bacaan yang sebenarnya’ adalah agar kita membaca Alqur’an itu sebagaimana bacaan saat pertama Alqur’an diturunkan. Dalam firman-Nya yang lain, secara khusus Allah SWT menitahkan bagaimana cara membaca Alqur’an yang direkomendasikan.“…… dan bacalah Alquran itu dengan tartil”. (Q.S. Almuzzammil : 4)Saudaraku…..Membaca Alqur’an dengan bacaan yang sebenarnya adalah membaca Alqur’an dengan tartil sesuai dengan titah Allah SWT tersebut di atas.Imam Ali bin Abi Thalib ra. menjelaskan maksud tartil dalam ayat tersebut. Yaitu mentajwidkan huruf-hurufnya dan mengetahui tempat-tempat waqof. Mentajwidkan bermakna mempraktekkan semua kaidah/hukum yang berlaku dalam pembacaan Alqur’an sehingga bacaan Alquran yang dihasilkan sesuai dengan bacaan Alqur’an saat pertama diturunkan.Saudaraku….Muslim yang baik pasti akan selalu membaca Alqur’an. Muslim yang baik akan membaca Alqur’an dengan tartil sesuai dengan titah Allah SWT tersebut. Sudahkah anda mengukur kualitas bacaan anda ? Bila anda sudah mengetahui tingkatan kemampuan anda sendiri dalam membaca Alqur’an, anda akan tahu tingkat keimanan anda terhadap Alqur’an. Dengan demikian, anda juga dapat mengukur kualitas keislaman anda.Saudaraku…Tiba saatnya menyimpulkan, sehingga akan diperoleh jawaban yang jelas atas pertanyaan ‘mengapa saya harus belajar Alqur’an ?’1. Karena aku seorang muslim.2. Karena aku beriman kepada Alqur’an, yang mana keimanan tersebut harus dibuktikan (yaitu antara lain) dengan : ‘membacanya dengan bacaan yang sebenarnya’. Ternyata ‘membaca dengan bacaan yang sebenarnya’ menjadi syarat keimanan sesuai kandungan Surat Albaqoroh ayat 121.3. Kaya’nya…… tanpa belajar Alqur’an, aku tidak mungkin dapat membaca Alqur’an dengan bacaan yang sebenarnya !Saudaraku….Kembali bertanyalah kepada jiwa anda sebagaimana pertanyaan berikut:1. Tanpa belajar, mungkinkah aku bisa membaca Alqur’an dengan bacaan yang sebenarnya ?2. Tanpa membaca Alqur’an, akankah aku masuk kategori orang beriman kepada Alqur’an sebagaimana Allah SWT tentukan dalam surat Albaqoroh ayat 121 ?3. Dengan kualitas keimanan yang kurang layak (karena tidak bisa membaca Alqur’an) akankah keislaman kita diterima Allah SWT ?4. Masihkan aku termasuk yang berpeluang mendapatkan surga-Nya ?Saudaraku….Sadarilah…. betapa buanyaaaaaak kekurangan kita ! Betapa sempiiiiit waktu kita ! Gunakan waktu luang untuk segera memperbaiki diri.Mari beriman sesaat, sempatkan belajar Alqur’an !Mudah-mudahan Allah SWT memberikan hidayah ilmu dan amal kepada kita semua. Amiin.Maroji’ (Sumber Pustaka):